Menu

Mode Gelap

Berita · 27 Sep 2025 22:49 WIB ·

Legitimasi Dipertanyakan: OKP Desak Pembatalan Hasil Musda KNPI Lobar yang Minim Partisipasi


 Legitimasi Dipertanyakan: OKP Desak Pembatalan Hasil Musda KNPI Lobar yang Minim Partisipasi Perbesar



LombokXpose.com,LOMBOK BARAT – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah Tingkat II (DPD II) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Barat yang digelar pada Sabtu, 27 September 2025, di Puri Saron Hotel Senggigi, berakhir ricuh.

Bebrapa Organisasi Kepemudaan (OKP) lokal secara tegas menolak seluruh hasil Musda tersebut, menuding panitia dan penyelenggara sengaja membuat forum tersebut eksklusif dengan tidak mengundang organisasi kepemudaan yang sah

OKP-OKP yang menolak hasil Musda tersebut menyuarakan kekecewaan mereka karena tidak dilibatkan, bahkan tidak menerima surat undangan resmi untuk Musda, baik sebagai peserta penuh maupun peninjau.

Ramli ketua Pemuda NWDI Lombok Barat sekaligus mewakili Presedium Badan Otonom NWDI  menyatakan, Musda DPD II KNPI Lombok Barat ini telah mencederai prinsip demokrasi kepemudaan.

“KNPI selalu digadang-gadang sebagai rumah besar bagi seluruh pemuda dan OKP. Tapi, hari ini kami melihat DPD II KNPI Lombok Barat justru membangun tembok eksklusif di Puri Saron,” tegasnya”.

“Terlebih seperti ada indikasi setingan dalam Musda kali ini. Kita semua berharap KNPI sebagai Wadah para pemuda untuk menegakkan Pilar-pilar Demokrasi yang mampu memberikan dampak Positif bagi Lombok Barat. Jika praktek-praktek seperti ini terus terjadi kami Ragu kedepan KNPI Lobar Ini bisa berjalan dengan baik kedepan.” Tegas Ramli.

Sementara Itu Ketua IS (Ikatan Sarjana) NWDI Dr.Saeful Akhyar melalui Sekretaris menyampaikan.
“Musda yang tidak melibatkan OKP, yang notabene adalah pemegang kedaulatan dalam organisasi, secara otomatis cacat hukum dan melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI.” Jelasnya.

“Kami meminta agar Organisasi kepemudaan  ini berjalan sesuai dengan AD/ART organisasi sehingga tidak terkesan disetting dan dikomandoi oleh Oknum-oknum yang tidak ingin melihat KNPI Lobar Ini maju.” Tambahnya.

OKP yang menolak ini menganggap pemilihan ketua baru yang dikabarkan telah dimenangkan oleh M. Taufik, sebagai hasil dari rekayasa kepentingan sempit yang tidak merepresentasikan suara mayoritas pemuda di Lombok Barat.

Keputusan untuk menggelar Musda di sebuah hotel mewah di kawasan wisata Senggigi juga menjadi sorotan. Para OKP menilai pemilihan lokasi itu menunjukkan jarak antara kepengurusan KNPI dengan akar kepemudaan di Lombok Barat.

Musda yang sedianya menjadi ajang konsolidasi pemuda, kini justru berpotensi memicu perpecahan baru di kalangan organisasi kepemudaan di Kabupaten Lombok Barat. OKP yang menolak berencana segera melayangkan surat keberatan resmi kepada DPD I dan DPP KNPI.

Artikel ini telah dibaca 56 kali

Baca Lainnya

Dari Konsolidasi Birokrasi hingga Pertumbuhan Ekonomi, Catatan Setahun Lazadha

21 Februari 2026 - 21:54 WIB

FGD Tarif dan Perbaikan Pelayanan PDAM Giri Menang, Dorong Peningkatan Akses Air Bersih

17 Februari 2026 - 15:34 WIB

MAN Lobar, Maksimalkan Pembelajaran Ramadhan 1447 H, Fokus Ibadah dan Penguatan Karakter Siswa

14 Februari 2026 - 15:42 WIB

BP3MI NTB dan Anggota DPRD Provinsi NTB Jemput Langsung Jenazah PMI Asal Desa Tempos di Bandara Internasional Lombok

14 Februari 2026 - 15:39 WIB

Asosiasi Pemuda NTB Gelar Hearing di Kantor Gubernur, Dorong Kepastian Proses IPR Koperasi Tambang

11 Februari 2026 - 16:48 WIB

Persiapan Haji Lombok Barat Tuntas, Kuota 2026 Naik – Layanan Lansia Jadi Prioritas

10 Februari 2026 - 20:46 WIB

Trending di Berita